Wisata merupakan pergerakan orang sementara menuju tempat tujuan yang berada di luar tempat tinggal biasa mereka bekerja dan tinggal, aktivitas yang dilakukan selama mereka tinggal di tempat tujuan dan fasilitas yang diciptakan untuk melayani kebutuhan mereka (Gunn, 1994). Menurut Holden (2000), pembangunan wisata di tempat tujuan meliputi penggunaan sumberdaya fisik dan alam yang kemudian akan berdampak terhadap ekonomi, budaya dan ekologi di tempat tujuan wisata yang sedang berkembang. Wisata adalah sebuah sistem, tidak hanya bertemunya bisnis pengunjung, tetapi juga masyarakat dan lingkungan. Input penting wisata dipandang dari sudut lingkungan meliputi sumberdaya alam dan manusia, penggunan tersebut didorong oleh permintaan konsumen di sistem pasar wisata Menurut Douglass (1992), rekreasi adalah suatu kegiatan yang menyenangkan dan konstruktif serta menambah pengetahuan dan pengalaman mental dari sumberdaya alam dalam waktu dan ruang yang terluang. Kesenangan tersebut dapat diperoleh melalui lima tahap perencanaan rekreasi yaitu:


1. Antisipasi, termasuk perencanaan perjalanan rekreasi.
2. Perjalanan ke tempat tujuan rekreasi.
3. Pengalaman dalam kawasan rekreasi.
4. Perjalanan kembali.
5. Kesan.